MANAJEMEN
Manajemen Umum
Definisi
Suatu metode/teknik atau
proses untuk mencapai suatu tujuan tertentu secara sistematik dan efektif, melalui
tindakan-tindakan perencanaan (Planning), pengorganisasian (Organizing),
pelaksanaan (Actuating) dan pengawasan (Controlling) dengan menggunakan
sumber daya yang ada secara efisien
Manajemen Sebagai Ilmu dan Seni
Manajemen adalah seni dan
ilmu perencanaan
pengorganisasian, penyusunan,pengarahan dan pengawasan
daripada
sumberdaya manusia untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan
Dari segi ilmu Manajemen sebagai ilmu
pengatahuan (management as a science) adalah bersifat interdisipliner yang mana
mempergunakan bantuan dari ilmu-ilmu sosial, filsafat dan matematika.
Selain sebagai ilmu,
manajemen juga dianggap sebagai seni, hal ini disebabkan oleh kepemiminan
memerlukan kharisma, stabilitas emosi, kewibawaan, kejujuran, kemampuan
menjalin hubungan antaramanusia yang semuanya itu banyak ditentukan oleh bakat
seseorang dan aga susah untuk dipelajari.
Manajemen dan Manajer
Tingkatan Manajemen
Pembagian manajemen dari tingkatan dalam suatu organisasi :
Manajemen Lini (Tingkat
Pertama), yaitu tingkatan yang paling rendah dalam suatu organisasi di mana
seorang yang bertanggung jawab atas pekerjaan orang lain, misalnya mandor /
pengawas produksi dalam suatu pabrik.
Manajemen Menengah (Midle Manager), mencakup lebih
dari satu tingkatan di dalam organisasi. Manager menengah mengarahkan kegiatan
manager lain, juga mengarahkan kegiatan-kegiatan yang melaksanakan kebijakan
organisasi. Contoh Kepala Bagian yang membawahi kepala seksi.
Manager Puncak (Top
Manager), suatu kelompok yang relatif kecil, yang bertanggung jawab atas
manajemen keseluruhan dari organisasi. Mereka yang menetapkan kebijaksanaan
operasional dan membimbing hubungan organisasi dengan lingkungannya. Sebutan
khasnya adalah Chief Executive Officer (Direktur Utama), Presiden dan Senior
Vicepresident.
Fungsi-Fungsi Manajemen
Manajemen dapat berarti pencapaian tujuan melalui
pelaksanaan fungsi tertentu, tapi belim ade konsensus dan kesepakatan apa yang
menjadi fungsi-fungsi manajemen.
Fungsi manajemen menurut beberapa penulis antara lain :
- Ernest Dale : Planning, Organizing, Staffing, Directing, Innovating, Representing dan Controling.
- Oey Liang Lee : Planning, Organizing, Directing, Coordinating, Controlling.
- James Stoner : Planning, Organizing, Leading, Controling.
- Henry Fayol : Planning, Organizing, Commanding, Coordinating, Controling.
- Kontz dan O'donnel : Organizing, Staffing, Directing, Planning, Controling.
- William H Newman : Planning, Organizing, Assembling, Resources, Controling.
- Goerge R Terry : Planning, Organizing, Actuating, Controling.
- Louis A Allen : Leading, Planning, Organizing, Controling.
- Josh Robert Beishline : Perencanaan, Organisasi, Komando, Kontrol.
- Willem Sprigel : Planning, Organizing, Controling.
- Lindal F Urwich : Forescating, Planning, Organizing, Commanding, Coordinating, Controling.
- Dr. SP Siagian MPA : Planning, Organizing, Motivating, Controlling.
- Prayudi Atmosudirjo : Planning, Organizing, Directing/Actuating, Controlling.
- DR Winardi SE : Planning, Organizing, Coordinating, Actuating, Leading, Communicating, Controlling,
- The Liang Gie : Planning, Decision Making, Directing, Coordinating, Controlling, Improving.
Ketrampilan - ketrampilan Manajerial
Dalam manajerial mempunyai berbagai ketrampilan, berikut penjelasan
secara ringkasnya :
- Ketrampilan konsepsual yaitu ketrampilan atau kemampuan mental untuk mengkoordinasikan dan mengintegrasikan seluruh kepentingan dan kegiatan organisasi.
- Ketrampilan kemanusiaan yaitu kemampuan untuk saling bekerja sama dengan memahami dan memotivasi orang lain.
- Ketrampilan administrasi yaitu kemampuan yang ada hubungannya dengan fungsi-fungsi manajemen yang dilakukan
- Ketrampilan teknik yaitu kemampuan untuk menggunakan peralatan-peralatan, prosedur-prosedur dan metode dari suatu bidang tertentu.
Evolusi
Teori Manajemen
Teori Manajeman Klasik
Manajement klasik Aliran klasik: Aliran ini
mendefinisikan manajemen sesuai dengan fungsi-fungsi manajemennya. Perhatian
dan kemampuan manajemen dibutuhkan pada penerapan fungsi-fungsi tersebut.
Aliran Manajemen Klasik, yang terdiri dari teori manajemen ilmiah
(scientific management) dan teori organisasi klasik.
Ada dua tokoh manajemen yang mengawali munculnya
manajemen, yaitu :
1. Robert Owen
(1771 1858)
Dimulai pada awal tahun 1800-an sebagai Manajer
Pabrik Pemintalan Kapas di New Lanark, Skotlandia. Robert Owen mencurahkan
perhatiannya pada penggunaan faktor produksi mesin dan faktor produksi tenaga
kerja. Dari hasil pengamatannya disimpulkan bahwa, bilamana terhadap mesin
diadakan suatu perawatan yang baik akan memberikan keuntungan kepada
perusahaan, demikian pula halnya pada tenaga kerja, apabila tenaga kerja
dipelihara dan dirawat (dalam arti adanya perhatian baik kompensasi, kesehatan,
tunjangan dan lain sebagainya) oleh pimpinan perusahaan akan memberikan
keuntungan kepada perusahaan.
Dia juga sebagai salah seorang pendiri gerakan
koperasi konsumsi, adapun usaha yang pernah dilakukan dan mengalami gerakan
adalah mendirikan suatu komune di New Harmoni, Indiana pada tahun 1824
Selanjutnya dikatakan bahwa kuantitas dan kualitas hasil pekerjaan dipengaruhi
oleh situasi ekstern dan intern dari pekerjaan. Atas hasil penelitiannya Robert
Owen dikenal sebagai Bapak Manajemen Personalia. Selain itu Owen lebih banyak
memperhatikan pekerja, karena menurutnya, investasi yang penting bagi manajer
adalah sumber daya manusia. Selain mengenai perbaikan kondisi kerja, beliau
juga membuat prosedur untuk meningkatkan produktivitas, seperti prosedur
penilaian kerja dan bersaing juga secara terbuka.
2. Charles
Babbage (1792 1871)
Charles Babbage adalah
seorang Profesor Matematika dari Inggris yang menaruh perhatian dan minat pada
bidang manajemen. Dia dipercaya bahwa aplikasi prinsip-prinsip ilmiah pada
proses kerja akan menaikkan produktivitas dari tenaga kerja menurunkan biaya,
karena pekerjaan-pekerjaan dilakukan secara efektif dan efisien. Dia
menganjurkan agar para manajer bertukar pengalaman dan dalam penerapan
prinsip-prinsip manajemen.
Pembagian kerja (devision of labour), mempunyai
beberapa keunggulan, yaitu :
1.
Waktu yang diperlukan untuk belajar dari pengalaman-pengalaman yang
baru.
2.
Banyaknya waktu yang terbuang bila seseorang berpindah dari satu
pekerjaan ke pekerjaan lain akan menghambat kemajuan dan ketrampilan pekerja,
untuk itu diperlukan spesialisasi dalam pekerjaannya.
3.
Kecakapan dan keahlian seseorang bertambah karena seorang pekerja
bekerja terus menerus dalam tugasnya.
4.
Adanya perhatian pada pekerjaannya sehingga dapat meresapi alat-alatnya
karena perhatiannya pada itu-itu saja. Kontribusi lain dari Charles Babbage
yaitu menciptakan mesin hitung mekanis yang pertama, mengembangkan
program-program permainan untuk computer, mengembangkan kerja sama yang saling
menguntungkan antara para pekerja dengan pemilik perusahaan, juga membuat skema
perencanaan pembagian keuntungan.
• Teori-teori organisasi klasik :
a) Henry Fayol (1841-1925)
b) Max Webber(1864-1920)
c) Mary Parker Follett (1868-1933)
d) Chester I. Barnard (1886-1961)
Teori Perilaku
Kontribusi studi perilaku ada dua kelompok, yaitu
memberikan penekanan pada orang yang ada dalam pekerjaan dari pada jenis
pekerjaan itu sendiri.
·
Hawthorne merupakan bagian dari human relation movement (gerak-gerik
hubungan manusia), pertama memahami mengenai orang yang bekerja dalam
organisasi.
·
Kelompok system social, menghasilkan kumpulan materi organizational
behaviour (perilaku organisasi)
Reaksi berantai yang menghubungkan kebutuhan pekerja dengan perusahaan
adalah:
1. Mengetahui kebutuhan bekerja
2. Memotivasi pekerja untuk melakukan pekerjaan demi tercapainya tujuan
perusahaan
3. Kerja dijalankan
4. Tercapainya tujuan perusahaan
Teori Kuantitatif (Riset
Operasi dan Ilmu Manajemen)
Aliran kuantitatif untuk manajemen mulai berkembang
sejak Perang Dunia II. Pada waktu itu Inggris ingin memecahkan beberapa
persoalan yang sangat kompleks dalam perang. Inggris kemudian membentuk Team
Riset Operasi (Reserch Operation), dipimpin oleh P.M.S Blackett. Team ini
terdiri dari ahli matematika, fisika, dan ilmuwan lainnya. Inggris berhasil
menemukan terobosan-terobosan penting dari team tersebut. Amerika Serikat
kemudian meniru, membentuk team riset operasi seperti yang dibentuk Inggris.
Komputer digunakan untuk menghitung model-modek matematika yang dikembangkan.
Ketika perang selesai, model-model dari riset operasi tersebut kemudian
diaplikasikan ke Industri. Industri juga mengalami per-kembangan pesat dengan
persoalan-persoalan yang semakin kompleks. Persoalan tersebut tidak dapat lagi
dipecahkan dengan metode-metode konvensional. Model riset operasi diperlukan
dalam hal ini. Beberapa model riset operasi : CPM (Critical Path Method) yang
digunakan untuk merencanakan proyek, teori antrian untuk memecahkan persoalan
antrian.
Manajemen operasi merupakan variasi lain dari pendekatan kuantitatif.
Pendekatan ini lebih sederhana dan dapat diaplikasikan langsung pada situasi
manajemen. Beberapa contoh model manajemen operasi adalah : pengendalian
persediaan seperti EOQ (Economic Order Quantity), simulasi, analisis
break-even, programasi lenier (linear programming). Manajemen operasi sering
dianggap sebagai aplikasi dari riset operasi.
Keterbatasan Aliran Kuantitatif (Riset Operasi/ Manajemen)
Sayangnya model kuantitatif banyak menggunakan model atau simbol yang
sulit dimengerti oleh kebanyakan orang, termasuk manajer. Pendekatan
kuantitatif juga tidak melihat persoalan peri laku dan psikologi manusia dalam
organisasi. Meskipun demikian potensi model kuantitatif belum dikembangkan
sepenuhnya. Apabila dapat dikembangkan lebih lanjut pendekatan kuantitatif akan
memberikan sumbangan yang lebih berarti.
Kehadiran teknologi komputer, membuat prosedur OR
lebih diformasikan menjadi aliran IImu Manajemen Modern. Pengembangan
model-model dalam memecahkan masalah-masalah manajemen yang kompleks. Adanya
bantuan komputer, maka dapat memberi pemecahan masalah yang lebih berdasar
rasional kepada paramanajer dalam membuat putusan-putusannya. Teknik-teknik
ilmu manajemen ini membantu para manajer organisasi dalam berbagai kegiatan
penting, seperti dalam haL penganggaran modal, manajemen cash flow, penjadwalan
produksi, strategi pengembangan produksi, perencanaan sumber daya manusia dan
sebagainya. Aliran ini juga memiliki kelemahan karena kurang memberi perhatian
kepada hubungan manusia. Oleh karena itu sangat cocok untuk bidang perencanaan
dan pengendalian, tetapi tidak dapat menjawab masalah-masalah sosial individu
sepertimotivasi, organisasi dan kepegawaian. Konsep dari aliran ini sebenarnya
sukar dipahami oleh para manajer karena dapat menyangkut kuantitatif sehingga
para manajer itu merasa jauh dan tidak terlibat dengan penggunaan teknik-teknik
ilmu manajemen yang sangat ilmiah dan kompleks.
Evolusi Teori Manajemen
Evolusi Teori Manajemen ada lima arah yang
mungkin dalam evolusi teori manajemen:
1.
Dominan (dominance). Satu aliran utama saja akan muncul menjadi yang
paling berguna.
2. Pemencaran (divergence). Masing-masing aliran utama dapat membelok dari
jalurnya, dengan sedikit saja teori dari yang lain.
3. Konvergen (convergence). Aliran-aliran itu bisa akhirnya banyak
persamaannya, dengan batas semakin kabur.
4.
Sintesa (synthesis). Ahli-ahli teori yang lain memandang konvergensi
(penggabungan) yang terlihat sekarang ini akan mengarah pada integrasi (paduan)
perspektif aliran-aliran yang ada.
5.
Perkembang-biakan (proliferation). Sebagai kemungkinan terakhir, masih
akan timbul lebih banyak aliran atau perspektif.
MANAJEMEN DAN LINGKUNGAN
EKSTERNAL
Definisi Lingkungan
Lingkungan adalah ruang lingkup dimana suatu
komunitas berada ntuk berinteraksi baik dengan alam maupun mahluk hidup yang
lain.
Lingkungan hidup dapat didefinisikan sebagai:
- Daerah di mana sesuatu mahluk hidup berada.
- Keadaan/kondisi yang melingkupi suatu mahluk hidup.
- Keseluruhan keadaan yang meliputi suatu mahluk hidup atau sekumpulan mahluk hidup, terutama :
- Kombinasi dari berbagai kondisi fisik di luar mahluk hidup yang mempengaruhi pertumbuhan, perkembangan dan kemampuan mahluk hidup untuk bertahan hidup.
- Gabungan dari kondisi sosial and budaya yang berpengaruh pada keadaan suatu individu mahluk hidup atau suatu perkumpulan/komunitas mahluk hidup.
- Istilah lingkungan dan lingkungan hidup atau lingkungan hidup manusia seringkali digunakan silih berganti dalam pengertian yang sama.
Faktor-faktor
Lingkungan Eksternal Mikro dan Makro
·
Lingkungan Eksternal makro perusahaan meliputi :
1. Teknologi
Dalam setiap masyarakat atau industri , tingkat
kemajuan memainkan peranan yang berarti . Sebagai contoh kemajuan teknologi
akan menurunkan permintaan akan manajer- manajer menengah dan lini pertama,
Banyak perusahaan sekarang menggunakan komputer untuk meramalkan
operasi-operasi dan schedulin produksinya , dimana pada waktu yang lalu
dilakukan oleh fungsi – fungsi manajemen menengah. Inovasi teknologi dapat juga
menimbulkan posisi persaingan baru dalam industri – industri yang berbeda. Ini
semua menuntut manajer perusahaan bersikap tanggap terhadap tantangan –
tantangan dan mampu memanfaatkan kesempatan yang ada. Manajer perlu senantiasa
menaksir arah perkembangan teknologi dan memperkirakan perngaruhnya pada
organisasi atau melakukan peramalan teknologi.
2. Ekonomi
Para manajer akan selalu terlibat dengan
masalah-masalah biaya sumber daya – sumber daya yang dibutuhkan dalam
organisasi. Biaya ini berubah-berubah setiap waktu karena pengaruh faktor –
faktor ekonomi. Sehingga manajer senantiasa perlu menganalisa dan mendiagnosa
faktor – faktor ekonomi, seperti kecenderungan inflasi atau deflasi harga-harga
barang dan jasa, kebijaksanaan moneter, dan kebijaksanaan fisikal dll, jadi
manajer perusahaan harus mencurahkan waktu dan sumber daya untuk melakukan
peramalan ekonomi dan antisipasi perubahan harga.
3.Lingkungan sosial kebudayaan
Merupakan pedoman hidup yang menentukan bagaimana
hampir seluruh organisasi dan manajer harus beroperasi . Lingkungan ini
mencakup kepercayaan , nilai-nilai, sikap-sikap, pandangan serta pola kehidupan
yang dibentuk oleh tradisi , pendidikan, kelompok , ethnis, teknologi ,
demografi, geografis, serta agama dan kepercayaan dari sekelompok atau seluruh
masyarakat tertentu. Pengaruh dari pedoman hidup ini dapat sangat luas atau
felatif sempit . Misal, batasan bagi pekerja wanita mungkin hanya berlaku
disuatu daerah, tetapi dapat juga berlaku secara nasional
4. Dimensi
Internasional
Komponen Internasional
dalam lingkungan eksternal juga menyajikan kesempatan-kesempatan dan
tantangan-tantangan serta mempunyai potensi menjadi faktor yang berpengaruh
langsung pada operasi perusahaan. Kekuatan-kekuatan internasional ini
berpengaruh melalui perkembangan politik dunia, ketergantungan ekonom transfer
teknologi. Lebih sempit lagi, kekuatan ini berwujud misalnya keterrgantungan
sumberdaya impor, keadaan resesi, persaingan dengan perusahaan – perusahaan
multinasional, tingkat pertukaran mata uang asing dsb. Maka hendaknya manajer
mampu menanalisa dan mengantisipasi untuk kemudian meletakkan dasar yang kuat
dalam menghadapi perkembangan dunia internasional.
Lingkungan eksternal mikro perusahaan meliputi :
1.
Para pesaing
2.
Langganan
3.
Pasar tenaga kerja
4.
Lembaga keuangan
5.
Lembaga keuangan
6.
Perwakilan pemerintah
Faktor Lingkungan Eksternal
Lingkungan ekstern atau eksternal terdiri atas
unsur-unsur yang berada di luar organisasi, dimana unsur-unsur ini tidak dapat
dikendalikan dan diketahui terlebih dahulu oleh manajer, disamping itu juga
akan mempengaruhi manajer di dalam pengambilan keputusan yang akan dibuat.
Unsur-unsur lingkungan eksternal organisasi contohnya yaitu perubahan perekonomian,
peraturan pemerintah, perilaku konsumen atau masyarakat, perkembangan
teknologi, politik dan lain sebagainya.
Lingkungan eksternal dibagi menjadi dua yaitu lingkungan mikro dan
lingkungan makro. 1. Lingkungan eksternal mikro yaitu lingkungan yang mempunyai
pengaruh langsung terhadap kegiatan manajemen. Lingkungan eksternal makro yaitu
lingkungan yang mempunyai pengaruh tidak langsung.
Tanggung Jawab Sosial Manajer
Perubahan konsep manajerial dipengaruhi oleh faktor
intern dan ekstern. Seorang manajer mempunyai tanggung jawab social atas
keputusan-keputusan yang diambil, mengapa dikatakan demikian karena
mempengaruhi dalam pencapaian tujuan organisasi baik dalam jangka panjang
maupun dalam jangka panjang, disamping itu juga menyangkut hajat hidup orang
banyak yang kesemuanya menggantungkan dirinya kepada organisasi tersebut (ini
kalau dilihat dari segi dimana seseorang bekerja). Atas dasar ini maka seorang
manajer dituntut untuk dapat mengimplementasikan etika berusaha (the ethics of
manager).
Tanggung jawab utama manajer adalah untuk menjalankan perusahaan sesuai
dengan keinginan pemegang saham selaku pemilik perusahaan.
Berarti bahwa manajemen
mempertimbangkan dampak sosial dan ekonomi didepan pembulatan dalam mengambil
keputusannya. Tanggung jawab perusahaan itu merupakan salah satu tugas yang
harus dilakukan oleh para manajer organisasi perusahaan agar dapat menjalankan
dan mewujudkan tujuan awal dalam sebuah perusahaan, instansi ataupun dalam
sebuah organisasi sekalipun.





