( SIM )
SISTEM INFORMASI
MANAJEMEN
- SIM Secara umum
Sistem informasi
manajemen (SIM) adalah sistem perencanaan bagian dari
pengendalian internal suatu bisnis yang meliputi pemanfaatan manusia,
dokumen, teknologi, dan prosedur oleh akuntansi manajemen untuk
memecahkan masalah bisnis seperti biaya produk, layanan, atau suatu
strategi bisnis. Sistem informasi manajemen dibedakan dengan sistem
informasi biasa karena SIM digunakan untuk menganalisis sistem
informasi lain yang diterapkan pada aktivitas operasional organisasi.
Secara akademis, istilah ini umumnya digunakan untuk merujuk pada
kelompok metode manajemen informasi yang bertalian dengan otomasi
atau dukungan terhadap pengambilan keputusan manusia, misalnya sistem
pendukung keputusan, sistem pakar, dan sistem informasi eksekutif
by : Muhammad
Zamzami, S.E, M.M .
SIM bisa
pula diartikan sebagai
sistem informasi yang menghasilkan hasil keluaran (output) dengan
menggunakan masukan (input) dan berbagai proses yang diperlukan untuk
memenuhi tujuan tertentu dalam suatu kegiatan manajemen.
Tujuan Umum
- Menyediakan informasi yang dipergunakan di dalam perhitungan harga pokok jasa, produk, dan tujuan lain yang diinginkan manajemen.
- Menyediakan informasi yang dipergunakan dalam perencanaan, pengendalian, pengevaluasian, dan perbaikan berkelanjutan.
- Menyediakan informasi untuk pengambilan keputusan.
Ketiga
tujuan tersebut menunjukkan bahwa manajer dan pengguna lainnya perlu
memiliki akses ke informasi akuntansi manajemen dan mengetahui
bagaimana cara menggunakannya. Informasi akuntansi manajemen dapat
membantu mereka mengidentifikasi suatu masalah, menyelesaikan
masalah, dan mengevaluasi kinerja (informasi akuntansi dibutuhkan dan
dipergunakan dalam semua tahap manajemen, termasuk perencanaan,
pengendalian dan pengambilan keputusan).
Proses Manajemen
Proses
manajemen didefinisikan sebagai aktivitas-aktivitas:
Perencanaan,
formulasi terinci untuk mencapai suatu tujuan akhir tertentu adalah
aktivitas manajemen yang disebut perencanaan. Oleh karenanya,
perencanaan mensyaratkan penetapan tujuan dan identifikasi metode
untuk mencapai tujuan tersebut.
Pengendalian,
perencanaan hanyalah setengah dari peretempuran. Setelah suatu
rencana dibuat, rencana tersebut harus diimplementasikan, dan manajer
serta pekerja harus memonitor pelaksanaannya untuk memastikan rencana
tersebut berjalan sebagaimana mestinya. Aktivitas manajerial untuk
memonitor pelaksanaan rencana dan melakukan tindakan korektif sesuai
kebutuhan, disebut kebutuhan.
Pengambilan
Keputusan, proses pemilihan di antara berbagai alternative disebut
dengan proses pengambilan keputusan. Fungsi manajerial ini merupakan
jalinan antara perencanaan dan pengendalian. Manajer harus memilih di
antara beberapa tujuan dan metode untuk melaksanakan tujuan yang
dipilih. Hanya satu dari beberapa rencana yang dapat dipilih.
Komentar serupa dapat dibuat berkenaan dengan fungsi pengendalian.
Menurut
Francisco Proses Manajemen adalah suatu proses Penukaran terhadap
nilai dan jasa.
SIM merupakan kumpulan
dari sistem informasi:
- Sistem informasi akuntansi (accounting information systems), menyediakan informasi dan transaksi keuangan.
- Sistem informasi pemasaran (marketing information systems), menyediakan informasi untuk penjualan, promosi penjualan, kegiatan-kegiatan pemasaran, kegiatan-kegiatan penelitian pasar dan lain sebagainya yang berhubungan dengan pemasaran.
- Sistem informasi manajemen persediaan (inventory management information systems).
- Sistem informasi personalia (personal information systems).
- Sistem informasi distribusi (distribution information systems).
- Sistem informasi pembelian (purchasing information systems).
- Sistem informasi kekayaan (treasury information systems).
- Sistem informasi analisis kredit (credit analysis information systems).
- Sistem informasi penelitian dan pengembangan (research and development information systems).
- Sistem informasi analisis software
- Sistem informasi teknik (engineering information systems).
- Sistem informasi Rumah Sakit (Hospital information systems).
------------------
Sumber Wikipedia ------------------
- SIM Dalam Komputer
Sistem
informasi merupakan aplikasi komputer untuk mendukung operasi dari
suatu organisasi: operasi, instalasi, dan perawatan komputer,
perangkat lunak, dan data. Sistem Informasi Manajemen adalah kunci
dari bidang yang menekankan finansial dan personal manajemen. Sistem
Informasi Penjualan adalah suatu sistem informasi yang
mengorganisasikan serangkaian prosedur dan metode yang dirancang
untuk menghasilkan, menganalisa, menyebarkan dan memperoleh informasi
guna mendukung pengambilan keputusan mengenai penjualan. Secara
teknis sistem informasi dapat didefinisikan sebagai sekumpulan
komponen yang saling berhubungan, mengumpulkan, memproses, menyimpan
dan mendistribusikan informasi untuk menunjang pengambilan keputusan
dan pengawasan dalam suatu organisasi. Sistem Informasi dapat
dibedakan menjadi 2, sistem informasi manual dan sistem informasi
berbasis komputer (CBIS). CBIS atau selanjutnya disebut sistem
informasi (SI) adalah jenis sistem informasi yang menggunakan
computer.
Rencana
Pengembangan Sistem Informasi Manajemen
Dengan
semakin berkembangnya teknologi informasi saat ini, berbagai kegiatan
dalam kehidupan sehari-hari akan berbasis komputer. Maka dalam suatu
instansi, komputer merupakan sarana dalam menciptakan dan
mengembangkan suatu sistem informasi handal. Oleh karena itu setiap
orang harus mampu mengikuti arus informasi yang berkembang di dunia
teknologi ini. Teknologi Informasi adalah suatu teknologi yang
digunakan untuk mengolah data, termasuk memproses, mendapatkan,
menyusun, menyimpan, memanipulasi data dalam menghasilkan informasi
yang berkualitas, yaitu informasi yang relevan, akurat dan tepat
waktu. Informasi yang berkualitas ini akan memudahkan user dalam
mengambil keputusan secara tepat, cepat, dan bernilai strategis
Tujuan
Penulisan
ini ditujukan untuk memberikan kemudahan pelanggan dalam proses
pemilihan menu serta penentuan waktu kunjungan. Baik untuk jamuan
perorangan maupun grup.
Tinjauan Pustaka
1.
Sistem
Informasi Manajemen
Sistem
Informasi Manajemen (SIM) menurut O’Brien (2002) dikatakan bahwa
SIM adalah suatu sistem terpadu yang menyediakan informasi untuk
mendukung kegiatan operasional, manajemen dan fungsi pengambilan
keputusan dari suatu organisasi. Sistem Informasi Manajemen (SIM)
merupakan sistem informasi yang menghasilkan hasil keluaran (output)
dengan menggunakan masukan (input) dan berbagai proses yang
diperlukan untuk memenuhi tujuan tertentu dalam suatu kegiatan
manajemen (Wikipedia, 2010).
Tujuan
SIM, yaitu:
Menyediakan
informasi yang dipergunakan di dalam perhitungan harga pokok jasa,
produk, dan tujuan lain yang diinginkan manajemen.
Menyediakan
informasi yang dipergunakan dalam perencanaan, pengendalian,
pengevaluasian, dan perbaikan berkelanjutan.
Menyediakan
informasi untuk pengambilan keputusan.
Secara
sederhana dapat dikatakan bahwa sebuah sistem informasi melakukan
pemrosesan data dan kemudian mengubahnya menjadi informasi. Menurut
O’brien (2010) SIM merupakan kombinasi yang teratur antara people,
hardware, software, communication network dan data resources (kelima
unsur ini disebut komponen sistem informasi) yang mengumpulkan,
merubah dan menyebarkan informasi dalam organisasi .
Terdapat
3 peran utama sistem informasi dalam bisnis yaitu :
•
Mendukung
proses bisnis dan operasional
•
Mendukung
pengambilan keputusan
•
Mendukung
strategi untuk keunggulan kompetitif
2.
Teknologi
Informasi
a.
Definisi Teknologi Informasi
Teknologi
Informasi biasa disebut TI, IT (Information Technology) atau
Infotech. Berbagai definisi teknologi informasi telah diutarakan oleh
beberapa ahli, diantaranya :
Haag
den Keen (1996), Teknologi Informasi adalah seperangkat alat yang
membantu pengguna bekerja dengan informasi dan melakukan tugas-tugas
yang berhubungan dengan pemrosesan informasi.
Martin
(1999), Teknologi Informasi tidak hanya terbatas pada teknologi
komputer (perangkat keras atau lunak) yang digunakan untuk memproses
dan menyimpan informasi, melainkan juga mencakup teknologi komunikasi
untuk mengirimkan informasi.
Williams
dan Swayer (2003), Teknologi Informasi adalah teknologi yang
menggabungkan komputasi (komputer) dengan jalur komunikasi
berkecepatan tinggi yang membawa data, suara dan video.
Dari
definisi diatas terlihat bahwa teknologi informasi baik secara
implisit maupun eksplisit tidak sekedar berupa teknologi komputer,
tetapi juga teknologi telekomunikasi. Dengan kata lain, yang disebut
teknologi informasi adalah gabungan antara teknologi komputer dan
telekomunikasi.
b.
Pengelompokan Teknologi Informasi
Telah
diketahui bahwa teknologi informasi mencakup teknologi komputer dan
teknologi komunikasi. Lebih rinci, teknologi infromasi dapat
dikelompokan menjadi 6 teknologi, yakni teknologi komunikasi,
teknologi masukan, teknologi perangkat lunak, teknologi penyimpanan,
dan teknologi mesin pemroses.
1.
Teknologi
Komunikasi
2.
Teknologi
Masukan
Teknologi
masukan (input technology) adalah teknologi yang berhubungan dengan
peralatan untuk memasukkan data ke dalam sistem komputer. Piranti
masukan yang lazim dijumpai dalam sistem komputer berupa keyboard dan
mouse.
3.
Teknologi
Mesin Pemroses
Mesin
Pemroses (processing machine) lebih dikenal dengan sebutan CPU
(Central Processing Unit), mikroprosesor, atau prosesor. Contoh
prosesor yang terkeanl saat ini, antara lain adalah Intel dan AMD.
4.
Teknologi Penyimpanan
Teknologi
penyimpanan dibedakan menjadi dua kelompok, yaitu memori internal dan
penyimpanan eksternal. Memori internal (biasa juga disebut main
memory atau memori utama) berfungsi sebagai pengikat sementara baik
bagi data, program, maupun informasi ketika proses pengolahannya
dilaksanakan oleh CPU. Dua contoh memori internal yaitu ROM dan RAM.
ROM (Read Only Memory) adalah memori yang hanya bisa dibaca,
sedangkan RAM (Read Access Memory) adalah memori yang isinya bisa
diperbaharui.
Penyimpanan
eksternal (external storage) dikenal juga dengan sebutan penyimpanan
sekunder. Penyimpanan eksternal adalah segala piranti yang berfungsi
untuk menyimpan data secara permanen. Pengertian permanen disini
berarti bahwa data yang terdapat pada penyimpanan akan tetap
terpelihara dengan baik sekalipun komputer sudah dalam keadaan mati
(tidak mendapat aliran listrik). Harddisk, disket, dan flashdisk
adalah contoh penyimpanan eksternal.
4.
Teknologi
Keluaran
Teknologi
keluaran (output technology) adalah teknologi yang berhubungan dengan
segala piranti yang berfungsi untuk menyajikan informasi hasil
pengolahan sistem. Layar dan monitor dan printer merupakan piranti
yang biasa digunakan sebagai piranti keluaran.
5.
Teknologi
Perangkat Lunak
Perangkat
lunak (software) atau dikenal juga dengan sebutan program. Tentu saja
untuk mengerjakan tugas komputer, diperlukan perangkat lunak sendiri.
Sebagai contoh Microsoft Word merupakan contoh perangkat lunak
pengolah kata yang berguna untuk membuat dokumen, sedangkan Adobe
Photoshop adalah perangkat lunak yang berguna untuk mengolah gambar.
c.
Komponen Sistem Teknologi Informasi
Yang
dimaksud dengan sistem teknologi informasi adalah sistem yang
terbentuk sehubungan dengan penggunaan teknologi informasi. Suatu
sistem teknologi informasi pada dasarnya tidak hanya mencakup hal-hal
yang bersifat fisik, seperti komputer dan printer, tetapi juga
mencakup hal-hal yang tidak terlihat secara fisik, yaitu piranti
lunak dan yang lebih penting lagi adalah orang. Dengan kata lain,
komponen utama sistem teknologi informasi adalah berupa:
1.
Data
2.
perangkat keras (hardware)\
3.
perangkat lunak (software)
4.
Perangkat Jaringan (netware)
5.
orang (brainware)
Sistem
teknologi informasi dapat dibedakan dengan berbagai cara
pengklasifikasian. Misalnya, menurut fungsi sistem (embedded IT
System, dedicated IT system, dan general purpose IT system), menurut
departemen atau perusahaan bisnis (sistem informasi akuntansi, sistem
informasi pemasaran, sistem informasi produksi, dll), menurut
dukungan terhadap level manajemen dalam perusahana (sistem pemrosesan
transaksi, sistem pendukung keputusan, dan sistem informasi
eksekutif), menurut ukuran dan menurut cara melayani permintaan
(klien-server).
3
. E-commerce
E-commerce
adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan penjualan barang
dan jasa melalui Internet. Dalam pengertian yang paling umum, hanya
menciptakan situs Web yang mengiklankan dan mempromosikan produk
dapat dianggap “e-commerce.” Dalam beberapa tahun terakhir,
bagaimanapun e-commerce telah menjadi jauh lebih canggih. Bisnis
e-commerce sekarang menawarkan toko online yang rumit di mana
pelanggan dapat mengakses ribuan produk, pemesanan, pilih metode
pengiriman yang diinginkan dan membayar untuk pembelian menggunakan
kartu kredit mereka.
Sedangkan
menurut O’Brien (2011), E-commerce adalah pembelian, penjualan,
pemasaran, dan pelayanan produk, layanan, dan informasi melalui
berbagai jaringan komputer. Banyak perusahaan sekarang menggunakan
internet, intranet, extranet, dan jaringan lain untuk mendukung
setiap langkah dari proses komersial, termasuk segala sesuatu dari
dukungan iklan, penjualan, dan pelanggan di World Wide Web untuk
keamanan Internet dan mekanisme pembayaran yang memastikan
penyelesaian pengiriman dan proses pembayaran.
Sebagai
contoh, sistem e-commerce termasuk situs Web Internet untuk penjualan
online, akses ke database persediaan ekstranet oleh pelanggan besar,
dan penggunaan intranet perusahaan dengan tenaga penjualan untuk
mengakses catatan pelanggan untuk manajemen hubungan pelanggan.
4.
E- Business
e-Business
atau Electronic business dapat didefinisikan sebagai aktivitas yang
berkaitan secara langsung maupun tidak langsung dengan proses
pertukaran barang dan/atau jasa dengan memanfaatkan internet sebagai
medium komunikasi dan transaksi ,dan salah satu aplikasi teknologi
internet yang merambah dunia bisnis internal, melingkupi sistem,
pendidikan pelanggan, pengembangan produk, dan pengembangan usaha.
Secara luas sebagai proses bisnis yang bergantung pada sebuah sistem
terotomasi. Pada masa sekarang, hal ini dilakukan sebagian besar
melalui teknologi berbasis web memanfaatkan jasa internet.
Terminologi ini pertama kali dikemukakan oleh Lou Gerstner, CEO dari
IBM.
Marketspace
adalah arena di internet, tempat bertemunya calon penjual dan calon
pembeli secara bebas seperti layaknya di dunia nyata (marketplace).
Mekanisme yang terjadi di marketspace pada hakekatnya merupakan
adopsi dari konsep “pasar bebas” dan “pasar terbuka”, dalam
arti kata siapa saja terbuka untuk masuk ke arena tersebut dan bebas
melakukan berbagai inisiatif bisnis yang mengarah pada transaksi
pertukaran barang atau jasa.
(http://id.wikipedia.org/wiki/E-business).
E-business
adalah praktek pelaksanaan dan pengelolaan proses bisnis utama
seperti perancangan produk, pengelolaan pasokan bahan baku,
manufaktur, penjualan, pemenuhan pesanan, dan penyediaan servis
melalui penggunaan teknologi komunikasi, komputer, dan data yang
telah terkomputerisasi. (Steven Alter. Information System: Foundation
of E-Business. Prentice Hall. 2002)
Rencana
Pengembangan
Peranan
teknologi informasi pada aktifitas manusia pada saat ini memang
begitu besar. Teknologi informasi telah menjadi fasilitator utama
bagi kegiatan-kegiatan bisnis, memberikan andil besar terhadap
perubahan-perubahan yang mendasar pada struktur,operasi dan manajemen
organisasi. Berkat teknologi ini berbagai kemudahan dapat dirasakan
oleh manusia. Pengambilan uang melalui ATM, transaksi melalui
internet yang dikenal dengan E-Commerce atau perdagangan elektronik,
transfer uang melalui E-Banking yang dapat dilakukan dirumah
merupakan sejumlah contoh hasil penerapan teknologi informasi.
Secara garis besar dapat dikatakan bahwa :
•
Teknologi informasi menggatikan peran manusia. Dalam hal ini,
teknologi informasi melakukan otomasi terhadap suatu tugas atau
proses.
•
Teknologi memperkuat peran manusia, yakni dengan menyajikan suatu
tugas atau proses.
•
Teknologi
informasi berperan dalam restrukturisasi terhadap peran manusia.
Dalam hal ini teknologi berperan dalam melakukan perubahan-perubahan terhadap sekumpulan tugas atau proses. Banyak perusahaan yang berani melakukan investasi yang sangat tinggi dibidang teknologi informasi. Alasan yang paling umum adalah adanya kebutuhan untuk mempertahankan dan meningkatkan posisi kompetitif, mengurangi biaya, meningkatkan fleksibilitas dan tanggapan.
Program
pengembangan sistem informasi manajemen yang akan dilakukan dalam
upaya untuk lebih mengefisiensikan biaya dan waktu yang dikeluarkan
berupa pelayanan prima untuk pemilihan menu khusus secara online baik
untuk paket perorangan maupun paket grup untuk rombongan, dengan
sarana membangun situs online untuk mempermudah pelangggan dalam
melakukan pemesanan tempat dan menu untuk waktu tertentu. hal
tersebut dilakukan dengan pertimbangan kapasitas tempat yang selalu
full sehingga menimbulkan kekhawatiran manajemen tidak tersedianya
alokasi tempat bagi pelanggan perorangan maupun tamu-tamu grup,
program ini dilakukan untuk mempermudah manajemen perusahaan dalam
melakukan control terhadap system pelayanan, stok barang dan
transaksi keuangan. Pengembangan system informasi manajemenini juga
membantu untuk tidak hanya mencatat penjualan, namun juga dapat
mengumpulkan informasi yang diperlukan untuk dianalisa, ataupun
memperluas saluran penjualan, semisal via telephone, web-internet dan
lain sebagainya.
Terima kasih semoga berguna & bermanfaat bagi pembaca.